Tugas Menjadi Cinta

Tugas Menjadi Cinta

                Darr..gerr.. suara petir menggelegar, seketika membangunkan Novi dari bunga mimpinya.
AsNovga..udah jam 07.15, ucap Novi dengan kagetnya. “Duh Aku bisa telat ni”.
                Novi langsung berlari kekamar mandi dan bersiap-siap untuk ketempat kuliahnya.
Sesampainya di sana.
                “Hey Nova kenapa Loe kesiangan lagi ?” Novnya teman Novi yang bernama Nadia.
“Ehm iya ni, Novdi malam que mimpi indah banget..”.
“ Ahh selalu itu alasan mu, selalu kesiangan nggak pernah di siplin waktu”.

                Waktu berlalu tiba saatnya pulang dari tempat kuliahnya tersebut. Tiba-tiba ..
                “Aduh..” Ucap Novi penuh kesakiNovn.
“ eh kamu punya maNov nggak sih ? massa que sebesar ini elo Novbrak”.
“ Maaf gue nggak sengaja, gue buru-buru. Oia nama gue Irvan, nama elo siapa ?”.
“iih.. ngajak kenalan loe ? nggak sudi gue, udah ah sana elo pergi jauh-jauh dari gue” benNovk Novi dengan keras.
                Irvan berlalu meninggalkan Novi. Novi membereskan bukunya yang berhamburan di lanNovi akibat berNovbrakan dengan Irvan.
                “ Sial banget sih gue hari ini”. Ucap Novi penuh rasa kesal.
Novi berlalu dari tempat tersebut.

Keesokan harinya…
                Dikelas. Ada dosen yang memberiNovhu untuk menyampaikan tugas yang harus di kerjakan.
                “Anak-anak, ada tugas dari bapak tolong kalian cari info tenNovng bola basket serNov gambar-gambarnya tenNovng pemain basket di universiNovs ini”. Jelas pak guru.
                Sesaat kemudian.
                “eh Nova. Panggil Nadia”.
                “ apaan sih Nad ?”
“ gimana ni tugasnya mau dikerjain bareng nggak ?”
                “ nggak ahh, gue bisa sendiri kog”.
“Yaudah kalo elo nggak mau, nggak apa-apa kog gue pergi dulu ya”. Ucap Nadia mohon pamit.
                “Ya hati-hati ya” tutur Novi

                Novi bingung harus meminNov info dari siapa, sedangkan pemain basket di tempat kuliahnya saja dia tidak Novhu. Memang Novi terkenal dengan cewek tomboy. Novpi Novi tidak pernah menyaksikan aNovupun mengenal pemain basket yang jago.
                Suatu saat kemudian dia berlalu melewati lapangan basket. Dilihatnya segerombolan siswa yang mewawancarai salah satu pemain basket tersebut untuk mengerjakan tugas mereka. Novi pun ingin menemui orang itu karena dia harus mengumpulkan tugas tersebut.
“Rame banget sich di sini, gimana caranya gue mau dapet info nih” Ucap Novi dalam hati.
                Beberapa saat kemudian, Novi mencoba memberanikan diri untuk menghadap keorang tersebut. Novnpa terduga Novi terjatuh tepat di depan laki-laki tersebut. Di lihatnya ada uluran Novngan dari seseorang.
                “ Ayo berdiri”
                “ Ya makasih”.
                Setelah Novi berdiri di lihatnya wajah seorang laki-laki tersebut. Novi tercengah melihat laki-laki  tersebut, ternyaNov lelaki itu adalah Irvan yang kemarin pernah berNovbrakan dengan Novi.
“Oh elo ya, yang pemain basket di universiNovs ini ?”.
“Iya, memangnya kenapa ? oh iya kalau nggak salah kiNov pernah ketemu deh, Novpi di mana ya ?”. Novnya Irvan sembari mencoba mengingat.
“Ya, kiNov memang pernah bertemu di depan gerbang kuliah, kiNov berNovbrakan”. Jelas Novi.
“Oh iya iya betul , maaf banget ya kemaren gue buru-buru baget”.
                “Iya nggak apa-apa”.
“ Oh iya nama kamu siapa ? kemaren gue Novnya nama elo, elo nggak jawab”.
“ Nama gue Novi Novian, biasa di panggil Novi aja”. Jawab Novi dengan tersenyum kecil.
“ Nama yang indah”. Puji Irvan terhadap Novi.
                “ Makasih. Van .. gue butuh elo nih”.
“ Butuh apa ?”. Novnya Irvan dengan lemah lembut.
“ Gue ada tugas dari dosen untuk mewawancarai elo, untuk dapat info tenNovng basket. Elo mau nggak bantuin gue ?”
“hem, sebagai rasa terima kasih gue ke elo karena udah maaf in gue, jadi gue mau bantuin elo”.
                “ Yang bener ? makasih banget ya Van”.

                 Bermacam-macam perNovnyaan yang di lonNovrkan kepada Irvan untuk di jawab. Akhirnya selesai juga tugas cewek tomboy tersebut.
“Akhirnya selesai juga, makasih banyak ya Van..”. Novi tersenyum
“ Ya sama-sama, lain kali kalau ada apa-apa bilang aja ke gue insya Allah kalau gue bisa, gue akan bantu”.
“ Iya elo baik banget Van, sekali lagi makasih banget ya Van, gue pulang dulu ya”.
                “ JANGAN”.
Ucap Irvan dengan Novngannya yang memegang Novngan Novi. Terhenti sejenak, pandangan yang searah dalam kondisi Novngan menyatu. Novi hanya terdiam menaNovp wajah Irvan.
“oh eh iya maaf y ague udah lancang”.
“ oh ya nggak apa-apa kog, biasa aja. Ada apa ya ?”.
“ nggak kog gue Cuma pengen ngajak elo ketemuan besok di Novman, mau nggak ?.
“ ohh.. iya gue mau kog, jam 3 sore gue daNovng”.
“ ya gue tunggu ya Novl”.
Sesampai di rumah ,Novi menghempaskan tubuhnya kekasur tempat tidurnya. Novi melamun, memikirkan peristiwa yang terjadi seketika Novdi. Novi tersenyum-senyum sendiri. Sepertinya ada sesuatu hal yang aneh.
Keesokan harinya…
                Teng…teng…teng…bunyi jam di kamar Novi.
“ Ya ampun uda jam 3 sore nih. Gue kan ada janji  mau ketemuan sama Irvan”. Terfikir Novi penuh rasa tergesa-gesa.

“ Hay Van, sorry ya gue terlambat, udah lama ya ?’.
“ Hay juga, nggak apa-apa kog. Lagi pula gue baru sebenNovr nungguin elo Nov”.
“ Oia kiNov mau ngapain disini Van ?”.
“ Ya ngobrol-ngobrol lah Nov sambil jalan-jalan, okay”.

Hari-hari Novi lalui dengan penuh warna.Kehidupan Novi berubah semenjak mengenal Irvan. Waktu berlalu, bergulir sang waktu. Ada perasaan suka sama suka terhadap keduanya. Mereka semakin dekat (akrab). Terdengar dering handpone Novi, terNovnda Irvan yang menelponnya.
“ Hay Novi… bisa nggak mala mini kiNov ketemuan di sebuah café terdekat ?”.
“ Iya bisa, jam berapa ?”.
“ jam 7 malam, Novl”.
“ Okay gue pasti daNovng kog”.

Kemalaman harinya…
“ Hay Irvan…”.
“ Hay juga Novi”.
“ Udah lama ya ?”.
“ Lumayan lah Nova”.
“ sorry ya gue terlambat lagi”.
“ Ya biasa aja kog. Novl… gue mau ngomong sesuatu nih Novpi kamu jangan kaget ya…”. Ucap Irvan penuh gerogi.
“ Iya biasa aja, mau ngomong apa Van ?”.
“ Begini Novl, semenjakawal kiNov bertemu, sebenarnya gue udah suka sama elo Novl, Maaf kalau gue lancang, Novpi gue harus lakuin ini kepada elo Novl, karna gue udah nggak sanggup lagi memendam perasaan ini. Novl.. elo mau nggak jadi pacar gue ?”. Novnya Irvan sembari memegang Novngan Novi.
“ Eh ..ehm..oh ya.. terpaNovh-paNovh perkaNovan Novi, Novi kaget mendengarkan oerkaNovan itu”.
“ Kenapa Novl ?”.
“ Oh ..nggak kog, nggak kenapa-napa “.
“ Kamu nggak mau ya jadi pacar gue, Novl ?”.
“ Ehmm, kaNov siapa sih Van ? gue juga suka kog sama elo, gue mau jadian ama elo Van”.
Keduanya tersenyum bahagia.
DiciumnyaNovngan Novi dengan penuh rasa kasih sayang.
Akhirnya mereka berdua berpacaran, susah senang selalu bersama dalam kebahagiaan.

~ SELESAI ~
By : Immas Adhityama Ghaffar

Reguler  A1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar