Adit berhenti main basket,dan duduk dipinggir
lapangan,sambil meminum sebotol air mineral yang diambil dari dalam tasnya.
Hari itu ia main tidak konsenstrasi dengan baik,karena peristiwa kemarin siang
disekolah.
"Heh,ayo Dit,lo ngapain lagi udah duduk aja?",kata Beni sambil tetap memantulkan bolanya.
"Nanti dulu,gw lagi capek banget nyh...",katanya dengan muka lesu. Beni dan kedua temannya Firman dan Bagus bertatapan,merasa ada yang aneh dengan sahabatnya hari itu.
"Ada apa Bro?lagi ada masalah lo ya?",kata Bagus menghampiri Adit,dan diikuti oleh yang lain.
"Sedikit...",kata Adit singkat sambil menyeka keringatnya.
"Apaan?kalau lo nggak keberatan cerita aja sama kita,siapa tahu gw sama yang lain bisa bantu masalah lo...",kata Firman diiyakan dengan yang lain.
Adit menatap ketiga sahabatnya itu,sambil memangdangi layar Hp nya yang tidka ada tanda-tanda telepon masuk atau sms masuk.
"Gw nggak bisa hubungin Bulan hari ini,dia nggak bales sms gue,dan bahkan teleponnya juga nggak aktif,gue sampe bingung dia kemana...",kata Adit menatap yang lain.
"Udah lo telepon lagi ke Hpnya hari ini?masih nggak aktif?",tanya Beni. Adit hanya mengangguk.
"Berantem ya?dari kapan dia kayak gitu?",tanya Firman lagi.
"Dari kemarin sih...jadi gini ceritanya...",Adit memulai cerita dengan ketiga sahabatnya itu.
Semua berawal ketika mereka sepulang sekolah, hari itu Adit tidak bisa mengantar Bulan pulang kerumahnya,karena dia ada janji sama temannya mengerjakan tugas.
"Kita besok jadikan?",kata Bulan tersenyum senang menatap Adit.
Adit hanya diam,dan menatap Bulan bingung. Jadi apa ya?tanyannya dalam hati.
Bulan yang melihat gelagat anehnya sang pacar jadi bertanya lagi.
"Kamu nggak inget besok hari apa?",kata Bulan menyelidiki.
"Mmm...besok ya hari sabtu kan Say?",kata Adit garuk-garuk kepala. Dia benar-benar lupa akan hari esok ada apa?
Raut wajah Bulan mendadak berubah dan terlihat jutek.
"Kmau tuh bener-bener nggak tahu besok hari apa??",tanya Bulan menyelidiki lagi.
"Hah?emnag hari apa sih?",kata Adit tambah bingung. Dia berpikir sejenak,dan Bulan menunggu kata-kata dari Adit.
"Nah,aku tahu Say,besok aku ada janji sama anak-anak mau main basket di Gor seperti biasa,kok kamu ingetin aku ya?kamu mau ikut juga?",kata Adit polos. Bulan menganga dan tambah kesal.
"Resek ya?males aku sama kamu jadinya...udah akh,aku mau pulang!",kata Bulan meninggalkan Adit.
"Loh,say?kenapa sih?aku anterin sampe gerbang yah?kamu mau naik taksikan?"kata Adit meraih lengan Bulan. Tetapi segera ditepis olehnya.
"NGGAK PERLU sayang...aku bisa pulang sendiri,dan aku tahu jalan pulang.",kata Bulan dengan tegas. Adit mentapnya bingung,ada yang salah sama omongannya?
"Oh,ya,have fun yah sama temen-temen kamu!",katanya jutek,dan setengah berlari meninggalkan Adit. Adit hanya diam dan terpaki bingung apa yang salah dengan kelakuannya hingga Bulan jadi marah.
***
"Lo udha coba kerumahnya belom Dit?",tanya Bagus sepontan setelah Adit selsai bercerita.
Adit menatap ketiga temannya dengan terkejut.
"Kenapa gue nggak kepikiran kerumahnya?beDit banget gue?",kata Adit bergegas membereskan tasnya.
"EH,mau kemana lo?",kata Firman.
"Kemana lagi?kerumah cewek gua lah!thanks ya bro..gw duluan!",kata Adit berlari keluar Gor, dan msuk kedalam mobilnya, menacap gas menuju rumah Bulan.
Adit menghentikan mobilnya didepan rumah Bulan,rumahnya memang tidak sebesar rumahya,Bulan termasuk orang yang sederhana. Itu yang membuat Adit suka padanya,sifatnya yang mandiri dan orisinil tidak dibuat-buat seperti cewek-cewek yang merasa kaya zaman sekarang.
Adit membunyikan bel didepan gerbang rumah Bulan,tidak berapa lama,seseorang perempuan keluar dari dalam rumah. Ibu Bulan berdiri didepan pintu.
"Assalammualaikum,permisi tante,ini Adit..",kata Adit menegaskan kehadirannya.
"Ohh..Adit...tante kira siapa?",katanya mengahampiri,dan membuka gerbang untuknya.
"Ayo masuk...ada perlu apa?",kata Ibunya ramah.
"Nggak usah tante,saya cuma mau tanya,ada Bulannya?saya mau ketemu sama dia...",kata Adit tersenyum.
"Loh,Bulannya kan pergi dari tadi pagi jam 8 sudah berangkat...tante pikir sama kamu juga,makanya tante bingung kamu kesini...",kata Ibu nya mulai nampak khawatir.
"Pergi?kemana yah tante?",kata Adit bingung.
"Aduh,tante juga nggak tahu ya Dit?memangnya kamu juga tidadk diberitahu sama dia?". Adit hanya diam.
Tapi tiba-tiba dari dalam rumah keluar anak laki-laki sekitar berumur 8tahun, Bintang,dia adik Bulan.
"Kak Adit cari Kak Bulan?kata Kak Bulan,kalau kakak kesini dan cari Kak Bulan,dia lagi ada ditempat yang seharusnya cocok sama tanggal hari ini...",kata Bintang sambil memainkan yoyo ditangannya.
"Tempat yang sama dengan tanggal hari ini?",Adit tambah bingung. Dia terdiam dan mengingat-ingat tanggal berapa sekarang,dan ada apa hari ini.
"14...sekarang tanggal....",Adit tercekat,dia baru ingat hari apa saat itu.
"Tante,saya pamit dulu,saya tahu dimana Bulan...",kata Adit menyalami tangan Ibu Bulan dan bergegas keluar menancap mobilnya ketempat yang ia tuju.
***
Jam tangannya menunjukan pukul 15.00,udara sedikit agak apnas hari itu. Adit menancapkan gasnya kencang dijalan tol,ia menuju kesebuah tempat yang ia tahu diman kira-kira Bulan berada.
Ia hanya berharap kalau pacarnya itu benar pergi kesana,dia masih tetap menghubungi HP Bulan,tetap tidak aktif. Semakin panik perasaanya,perasaan bersalah menyelimuti hatinya.
Akhirnya,ia memakirkan mobilnya ditempat itu. Ia turun dari mobilnya,menatap hamparan pantai didepannya. Langit senja yang sudah mulai terbentuk dengan indah,dan matahari yang kian lama akan bersembunyi keperaduannya.
Adit melirik jam tangannya lagi,sekarang sudah pukul 16.30,Adit berjalan menelusuri tepi pantai,sambil melihat seseklai kearah cafe yang berejer disana,berharap menemukan sosok Bulan disana.
***
Waktu sudah hampir jam 17.30,dia tetap menyusuri pantai,tetapi tidak juga ditemukan ada Bulan disana. Akhrinya ia tiba didermaga yang panjang disana. Kakinya pegal,berjalan kesana kemari mencari pacarnya itu,bahkan HPnya jga sampai tidak bisa dihubungi sedikit pun.
"Bulaaann..dimana sih lo?",kata Adit bergumam. Ia menyalakan rokok ditangannya. Dia memandang kearah laut,mengingat-ingat saat itu.
Saat dimana ia datang kemari dengan Bulan dan teman-teman yang lain,merayakan ulang tahun teman Bulan. Ia membayangkan,saat itu ia nekat mengutarakan perasaannya pada Bulan,yang baru ia kenal selama 4 Bulan,dan itu hanya tegur sapa semata,dan obrolan kecil yang ringan.
Tidak disangka ternyata Bulan menyambut perasaannya. Padahal saat itu,Adit hanya bermodalkan Balon yang ia beli dadakan didekat pantai saat itu. Dan hingga sekarang hubungan mereka sudah genap 2tahun berpacaran.
Adit menghela nafas,kalau dipiki-pikir,dia kurang perhatian dengan Bulan,sedikit-sedikit,dia bermain bersama teman-temannya,dan menomor duakan Bulan. Tetapi,Bulan selalu mengerti possisinya dan mengijinkannya. Tapi,hanya untuk hari penting mereka saja ia lupa dan tidak peduli.
"Akhh..Ditblok banget sih Adit...",kata Adit menggaruk kepalanya denga kesal.
"Kamu baru tahu kamu kayak gitu?",sebuah suara mengejutkan Adit. Adit menoleh kebelakangnya.
Bulan berdiri disana dengan tangan bersedekap didada dan menatap Adit datar.
"Bulan?kamuu...kok dsini?",tanya Adit keheranan.
"Justru aku yang tanya sama kamu,kamu kenapa ada disini?",kata Bulan berjalan kesmapingnya dan melihat lurus kedepan.
"Akuuu...",kata Adit garuk-garuk kepala. ViDit bingung menjelaskannya,dia gengsi mengatakan kalau seharian dia mencarinya. Meraka terdiam sesaat,entah dari mana mereka harus mulai bicara.
"Aku minta maaf!",mereka bicara bersamaan,dan saling berpandangan satu sama lain. Dan teratawa.
"Kamu duluan.",kata Adit.
"Nggak,kamu yang duluan...",Bulan menatap Adit. Adit menghela nafas.
"Oke,aku yang duluan.",kata Adit. "Aku minta maaf,atas hari ini,aku salah udah nggak peduli sama kamu,dan lupa hari jadian kita...aku terlalu eDitis nggak pernah mikirin perasaan kamu,dan selalu aja sibuk sama urusanku sendiri dan juga sama teman-teman aku...aku minta maaf Say..benar-benar maaf...",kata Adit meraih tangan kanan Bulan.
Bulan menatap Adit,dan tertawa lepas. Adit jadi tambah bingung sendiri,ada apa sebenarnya dengan pacarnya itu.
"Udah itu aja?hari jadian apa??",kata Bulan bertanya dan tertawa lagi.
Adit menatap Bulan bingung.
"Iyaa,,tanggal jadian kitakan hari ini?genap 2 tahun?kamu lupa ya?",kata Adit jadi mulai curiga.
"Nggak kok..aku inget,tapi bukan hari ini...kamu yang lupa!",kata Bulan meledek.
"Terus,kamu ngapain kesini?terus ngapain juga kamu ngambek sama aku?",tanya Adit curiga dan bingung.
Bulan tersenyum dan tiba-tiba...
"SURPRISEEEE....!!!SELAMAT ULANG TAHUN BROOO...",ViDit dikagetkan dengam suara dibelakangnya. Teman-temannya,termasuk Firman,Bagus,dan Beni ada dihadapannya. Mereka berdiri dan sambil membawa kue untuknya.
"Selamat ulang tahun yah sayang?masa sama ultah sendiri bisa lupa?udah pikun yah?",ledek Bulan disampingnya.
"Hah?bukannya sekarang hari jadian kita yah?sama berarti say....",kata Adit mengingatkan.
"Sekarang itu 14 januari sayang..kamu ultah!jadian kita tanggal 14 Februari, bulan depan...",kata Bulan gemes.
"Udahlah...tiup dulu nyh lilinnya,masalah pikun mah emnag udah susah dyh...",ledek Firman.
"Sialan lo!lo bertiga juga ternyata sekongkol yah sama cewek gue?",tanya Adit kesal.
"Sorry broo...bu juragan yang nyuruh kita nDitmporin lo...hahaha...",ledek Beni
"Dan kita juga yang sms Bulan kalau lo mau kerumahnya...",ledek Bagus.
Adit tiba-tiba mencomot kue tart didepannya dan dilemparkan ke muka ketiga temannya itu.
"Makan nyh!",Adit melemparkan kue itu ke mereka.
"Woy,ampuunnn...mereka lalu lari kebelakang punggung Bulan.
"Minggir lo dari cewek gue...",kata Adit kesal. Dan yang lainnya hanya tertawa saja.
***
"Makasih yah surprisenya?aku sayang kamu dyh...hehehe",kata Adit merangkul pundak Bulan keparkiran pantai.
"Ahh..males akh,ada cowok Ditmbal,pikun lagi...",Bulan melepas rangkulan Adit dari pundaknya.
"Hahahah..jahat banget,sampai mama sama adik kamu juga sekongkol kali yah?"
"Iya doongg...",ledek Bulan berjalan mendahuluinya. Adit menatap cewek didepannya dengan senyum,entah apa yang membuat ia sayang sampai sekarang. Mungkin bukan sekedar kesederhanaannya,tapi ada hal lain,entah dia tidak bisa menjelaskannya.
"Ayo pulang...awas aja sampai kamu lupa hari jadian kita nanti!",kata Bulan mengepalkan tangannya didepan mukanya.
"Nggak akaannn Sayy...."kata Adit merangkul pundak Bulan.
"Aku juga sayang kamu kok!",kata Bulan.
"Ya ya..aku tahu kok...aku emang disayang setiap orang...",kata Adit PD.
"Iyh,najong...",Bulan memukul pundak Adit,dan Adit hanya tertawa. Dan mereka masuk kemobil untuk segera pulang.
"Heh,ayo Dit,lo ngapain lagi udah duduk aja?",kata Beni sambil tetap memantulkan bolanya.
"Nanti dulu,gw lagi capek banget nyh...",katanya dengan muka lesu. Beni dan kedua temannya Firman dan Bagus bertatapan,merasa ada yang aneh dengan sahabatnya hari itu.
"Ada apa Bro?lagi ada masalah lo ya?",kata Bagus menghampiri Adit,dan diikuti oleh yang lain.
"Sedikit...",kata Adit singkat sambil menyeka keringatnya.
"Apaan?kalau lo nggak keberatan cerita aja sama kita,siapa tahu gw sama yang lain bisa bantu masalah lo...",kata Firman diiyakan dengan yang lain.
Adit menatap ketiga sahabatnya itu,sambil memangdangi layar Hp nya yang tidka ada tanda-tanda telepon masuk atau sms masuk.
"Gw nggak bisa hubungin Bulan hari ini,dia nggak bales sms gue,dan bahkan teleponnya juga nggak aktif,gue sampe bingung dia kemana...",kata Adit menatap yang lain.
"Udah lo telepon lagi ke Hpnya hari ini?masih nggak aktif?",tanya Beni. Adit hanya mengangguk.
"Berantem ya?dari kapan dia kayak gitu?",tanya Firman lagi.
"Dari kemarin sih...jadi gini ceritanya...",Adit memulai cerita dengan ketiga sahabatnya itu.
Semua berawal ketika mereka sepulang sekolah, hari itu Adit tidak bisa mengantar Bulan pulang kerumahnya,karena dia ada janji sama temannya mengerjakan tugas.
"Kita besok jadikan?",kata Bulan tersenyum senang menatap Adit.
Adit hanya diam,dan menatap Bulan bingung. Jadi apa ya?tanyannya dalam hati.
Bulan yang melihat gelagat anehnya sang pacar jadi bertanya lagi.
"Kamu nggak inget besok hari apa?",kata Bulan menyelidiki.
"Mmm...besok ya hari sabtu kan Say?",kata Adit garuk-garuk kepala. Dia benar-benar lupa akan hari esok ada apa?
Raut wajah Bulan mendadak berubah dan terlihat jutek.
"Kmau tuh bener-bener nggak tahu besok hari apa??",tanya Bulan menyelidiki lagi.
"Hah?emnag hari apa sih?",kata Adit tambah bingung. Dia berpikir sejenak,dan Bulan menunggu kata-kata dari Adit.
"Nah,aku tahu Say,besok aku ada janji sama anak-anak mau main basket di Gor seperti biasa,kok kamu ingetin aku ya?kamu mau ikut juga?",kata Adit polos. Bulan menganga dan tambah kesal.
"Resek ya?males aku sama kamu jadinya...udah akh,aku mau pulang!",kata Bulan meninggalkan Adit.
"Loh,say?kenapa sih?aku anterin sampe gerbang yah?kamu mau naik taksikan?"kata Adit meraih lengan Bulan. Tetapi segera ditepis olehnya.
"NGGAK PERLU sayang...aku bisa pulang sendiri,dan aku tahu jalan pulang.",kata Bulan dengan tegas. Adit mentapnya bingung,ada yang salah sama omongannya?
"Oh,ya,have fun yah sama temen-temen kamu!",katanya jutek,dan setengah berlari meninggalkan Adit. Adit hanya diam dan terpaki bingung apa yang salah dengan kelakuannya hingga Bulan jadi marah.
***
"Lo udha coba kerumahnya belom Dit?",tanya Bagus sepontan setelah Adit selsai bercerita.
Adit menatap ketiga temannya dengan terkejut.
"Kenapa gue nggak kepikiran kerumahnya?beDit banget gue?",kata Adit bergegas membereskan tasnya.
"EH,mau kemana lo?",kata Firman.
"Kemana lagi?kerumah cewek gua lah!thanks ya bro..gw duluan!",kata Adit berlari keluar Gor, dan msuk kedalam mobilnya, menacap gas menuju rumah Bulan.
Adit menghentikan mobilnya didepan rumah Bulan,rumahnya memang tidak sebesar rumahya,Bulan termasuk orang yang sederhana. Itu yang membuat Adit suka padanya,sifatnya yang mandiri dan orisinil tidak dibuat-buat seperti cewek-cewek yang merasa kaya zaman sekarang.
Adit membunyikan bel didepan gerbang rumah Bulan,tidak berapa lama,seseorang perempuan keluar dari dalam rumah. Ibu Bulan berdiri didepan pintu.
"Assalammualaikum,permisi tante,ini Adit..",kata Adit menegaskan kehadirannya.
"Ohh..Adit...tante kira siapa?",katanya mengahampiri,dan membuka gerbang untuknya.
"Ayo masuk...ada perlu apa?",kata Ibunya ramah.
"Nggak usah tante,saya cuma mau tanya,ada Bulannya?saya mau ketemu sama dia...",kata Adit tersenyum.
"Loh,Bulannya kan pergi dari tadi pagi jam 8 sudah berangkat...tante pikir sama kamu juga,makanya tante bingung kamu kesini...",kata Ibu nya mulai nampak khawatir.
"Pergi?kemana yah tante?",kata Adit bingung.
"Aduh,tante juga nggak tahu ya Dit?memangnya kamu juga tidadk diberitahu sama dia?". Adit hanya diam.
Tapi tiba-tiba dari dalam rumah keluar anak laki-laki sekitar berumur 8tahun, Bintang,dia adik Bulan.
"Kak Adit cari Kak Bulan?kata Kak Bulan,kalau kakak kesini dan cari Kak Bulan,dia lagi ada ditempat yang seharusnya cocok sama tanggal hari ini...",kata Bintang sambil memainkan yoyo ditangannya.
"Tempat yang sama dengan tanggal hari ini?",Adit tambah bingung. Dia terdiam dan mengingat-ingat tanggal berapa sekarang,dan ada apa hari ini.
"14...sekarang tanggal....",Adit tercekat,dia baru ingat hari apa saat itu.
"Tante,saya pamit dulu,saya tahu dimana Bulan...",kata Adit menyalami tangan Ibu Bulan dan bergegas keluar menancap mobilnya ketempat yang ia tuju.
***
Jam tangannya menunjukan pukul 15.00,udara sedikit agak apnas hari itu. Adit menancapkan gasnya kencang dijalan tol,ia menuju kesebuah tempat yang ia tahu diman kira-kira Bulan berada.
Ia hanya berharap kalau pacarnya itu benar pergi kesana,dia masih tetap menghubungi HP Bulan,tetap tidak aktif. Semakin panik perasaanya,perasaan bersalah menyelimuti hatinya.
Akhirnya,ia memakirkan mobilnya ditempat itu. Ia turun dari mobilnya,menatap hamparan pantai didepannya. Langit senja yang sudah mulai terbentuk dengan indah,dan matahari yang kian lama akan bersembunyi keperaduannya.
Adit melirik jam tangannya lagi,sekarang sudah pukul 16.30,Adit berjalan menelusuri tepi pantai,sambil melihat seseklai kearah cafe yang berejer disana,berharap menemukan sosok Bulan disana.
***
Waktu sudah hampir jam 17.30,dia tetap menyusuri pantai,tetapi tidak juga ditemukan ada Bulan disana. Akhrinya ia tiba didermaga yang panjang disana. Kakinya pegal,berjalan kesana kemari mencari pacarnya itu,bahkan HPnya jga sampai tidak bisa dihubungi sedikit pun.
"Bulaaann..dimana sih lo?",kata Adit bergumam. Ia menyalakan rokok ditangannya. Dia memandang kearah laut,mengingat-ingat saat itu.
Saat dimana ia datang kemari dengan Bulan dan teman-teman yang lain,merayakan ulang tahun teman Bulan. Ia membayangkan,saat itu ia nekat mengutarakan perasaannya pada Bulan,yang baru ia kenal selama 4 Bulan,dan itu hanya tegur sapa semata,dan obrolan kecil yang ringan.
Tidak disangka ternyata Bulan menyambut perasaannya. Padahal saat itu,Adit hanya bermodalkan Balon yang ia beli dadakan didekat pantai saat itu. Dan hingga sekarang hubungan mereka sudah genap 2tahun berpacaran.
Adit menghela nafas,kalau dipiki-pikir,dia kurang perhatian dengan Bulan,sedikit-sedikit,dia bermain bersama teman-temannya,dan menomor duakan Bulan. Tetapi,Bulan selalu mengerti possisinya dan mengijinkannya. Tapi,hanya untuk hari penting mereka saja ia lupa dan tidak peduli.
"Akhh..Ditblok banget sih Adit...",kata Adit menggaruk kepalanya denga kesal.
"Kamu baru tahu kamu kayak gitu?",sebuah suara mengejutkan Adit. Adit menoleh kebelakangnya.
Bulan berdiri disana dengan tangan bersedekap didada dan menatap Adit datar.
"Bulan?kamuu...kok dsini?",tanya Adit keheranan.
"Justru aku yang tanya sama kamu,kamu kenapa ada disini?",kata Bulan berjalan kesmapingnya dan melihat lurus kedepan.
"Akuuu...",kata Adit garuk-garuk kepala. ViDit bingung menjelaskannya,dia gengsi mengatakan kalau seharian dia mencarinya. Meraka terdiam sesaat,entah dari mana mereka harus mulai bicara.
"Aku minta maaf!",mereka bicara bersamaan,dan saling berpandangan satu sama lain. Dan teratawa.
"Kamu duluan.",kata Adit.
"Nggak,kamu yang duluan...",Bulan menatap Adit. Adit menghela nafas.
"Oke,aku yang duluan.",kata Adit. "Aku minta maaf,atas hari ini,aku salah udah nggak peduli sama kamu,dan lupa hari jadian kita...aku terlalu eDitis nggak pernah mikirin perasaan kamu,dan selalu aja sibuk sama urusanku sendiri dan juga sama teman-teman aku...aku minta maaf Say..benar-benar maaf...",kata Adit meraih tangan kanan Bulan.
Bulan menatap Adit,dan tertawa lepas. Adit jadi tambah bingung sendiri,ada apa sebenarnya dengan pacarnya itu.
"Udah itu aja?hari jadian apa??",kata Bulan bertanya dan tertawa lagi.
Adit menatap Bulan bingung.
"Iyaa,,tanggal jadian kitakan hari ini?genap 2 tahun?kamu lupa ya?",kata Adit jadi mulai curiga.
"Nggak kok..aku inget,tapi bukan hari ini...kamu yang lupa!",kata Bulan meledek.
"Terus,kamu ngapain kesini?terus ngapain juga kamu ngambek sama aku?",tanya Adit curiga dan bingung.
Bulan tersenyum dan tiba-tiba...
"SURPRISEEEE....!!!SELAMAT ULANG TAHUN BROOO...",ViDit dikagetkan dengam suara dibelakangnya. Teman-temannya,termasuk Firman,Bagus,dan Beni ada dihadapannya. Mereka berdiri dan sambil membawa kue untuknya.
"Selamat ulang tahun yah sayang?masa sama ultah sendiri bisa lupa?udah pikun yah?",ledek Bulan disampingnya.
"Hah?bukannya sekarang hari jadian kita yah?sama berarti say....",kata Adit mengingatkan.
"Sekarang itu 14 januari sayang..kamu ultah!jadian kita tanggal 14 Februari, bulan depan...",kata Bulan gemes.
"Udahlah...tiup dulu nyh lilinnya,masalah pikun mah emnag udah susah dyh...",ledek Firman.
"Sialan lo!lo bertiga juga ternyata sekongkol yah sama cewek gue?",tanya Adit kesal.
"Sorry broo...bu juragan yang nyuruh kita nDitmporin lo...hahaha...",ledek Beni
"Dan kita juga yang sms Bulan kalau lo mau kerumahnya...",ledek Bagus.
Adit tiba-tiba mencomot kue tart didepannya dan dilemparkan ke muka ketiga temannya itu.
"Makan nyh!",Adit melemparkan kue itu ke mereka.
"Woy,ampuunnn...mereka lalu lari kebelakang punggung Bulan.
"Minggir lo dari cewek gue...",kata Adit kesal. Dan yang lainnya hanya tertawa saja.
***
"Makasih yah surprisenya?aku sayang kamu dyh...hehehe",kata Adit merangkul pundak Bulan keparkiran pantai.
"Ahh..males akh,ada cowok Ditmbal,pikun lagi...",Bulan melepas rangkulan Adit dari pundaknya.
"Hahahah..jahat banget,sampai mama sama adik kamu juga sekongkol kali yah?"
"Iya doongg...",ledek Bulan berjalan mendahuluinya. Adit menatap cewek didepannya dengan senyum,entah apa yang membuat ia sayang sampai sekarang. Mungkin bukan sekedar kesederhanaannya,tapi ada hal lain,entah dia tidak bisa menjelaskannya.
"Ayo pulang...awas aja sampai kamu lupa hari jadian kita nanti!",kata Bulan mengepalkan tangannya didepan mukanya.
"Nggak akaannn Sayy...."kata Adit merangkul pundak Bulan.
"Aku juga sayang kamu kok!",kata Bulan.
"Ya ya..aku tahu kok...aku emang disayang setiap orang...",kata Adit PD.
"Iyh,najong...",Bulan memukul pundak Adit,dan Adit hanya tertawa. Dan mereka masuk kemobil untuk segera pulang.
~ The End ~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar