Seperti biasa,
setiap hari kamis sepulang sekolah siswa SMA Negeri 4 Tanjung mengikuti
kegiatan pengembangan diri (PD) yang diwajibkan sekolah. Siswa bebas memilih
pengembangan diri apa yang diminati sesuai kemampuan, antara lain basket,
voli., badminton, sepak bola, musik, KIR, drama, Taekondow, paskibra, dan masih
banyak yang lain.
Sebut saja
namanya Novi, seorang siswa kelas X yang sangat menyukai basket dan tak lain
tak bukan dia adalah pemain basket sewaktu masih SMP dan SMA ini Novi mengikuti
PD sesuai kemampuannya yaitu basket. Dengan basket temen Novi menjadi banyak.
Banyak teman setingkatnya bahkan kakak kelas yang ikut basket yang mengenalnya.
Setelah
berbulan-bulan mengikuti basket di sekolahnya, tidak disangka-sangka Novi
menaruh hati kepada seorang cowok yang juga mengikuti basket dan tak lain
dan tak bukan adalah kakak kelasnya sendiri. Adhityama Ghaffar yang biasa
dipanggil Adit, cowok yang bias memikat hati Novi. Adit seorang cowok yang
mempunyai skill bagus dalam basket, berkali-kali dia menjadi pemain terbaik
sekabupaten Surakarta yang mewakili sekolahnya dan menjadi salah satu pemain
dari tim Bineka Solo. Dan ternyata Adit juga mempunyai perasaan yang sama
seperti Novi. Yang dianggapnya Novi adalah cewek yang cantik, imut, tomboi,
pantang menyerah, pintar, pokoknya yang beda deh dengan cewek yang lainnya.
Adit tak berani
mengungkapkan perasaannya itu kepada Novi. Karena Adit telah mempunyai pacar
yang juga satu sekolah dan satu angkatan pula dengan Adit, sebut saja Dian
namanya. Hari demi hari dilewati Adit semakin jatuh cinta dengan Novi. Bahkan
Adit semenjak ketemu dengan Novi, Dian tak pernah di urusinya lagi.
Lama-kelamaan Adit tak dapat menyembunyikan perasaannya, dia menceritakan semua
perasaannya tentang Novi kepada pelatih basketnya yang juga sudah dianggap
seperti temannya sendiri yaitu coach Agus.
“ coach, ada seng mau tak ceritain” mengawali
pembicaraannya kepada coach Agus
“ apa to? Ada apa? Kok kayanya kamu lagi galau y?”
balas coach Agus
“ iya coach emang lagi galau nih”
“Cerita to, aku kan udah pernah bilang, neg dilapangan
aku emang pelatihmu, tapi juga aku juga bisa jadi temen, kalau kamu lagi ada
maasalah, ayo dong cerita ! “kata coach Agus meyakinkan Adit untuk cerita
“coach, sebenere aku suka sama Novi” kata Adit kepada
coach Agus dengan terbata – bata
“ha? Beneran?tenane? ayo ayo ndang jadian! Balasan
coach Agus kepad Adit dengan sedikit guyonan.
“iiiiiihhh aku iki serius coach, gak bercanda”
“hahahaha maaf – maaf dho, habise shocked aku kamu
bilang gitu. Klo suka ngomng aja langsung sama dia, dicoba dulu. Sapa tau dia
juga punya perasaan yang sama kaya kamu. Eh eh tapi kamu udah punya cewe to ? Dian
kui? Nasehat coach Agus panjang lebar.
“yaitu coach masalahe, trus pacarku mau tak kemanain
gitu neg aku sama Novi? Aku sukane sama Novi, sayange sama Novi, tapi ya juga
mikir perasaan Dian coach. Hubunganku sama Dian beberapa hari ini ndak baik
kok, dia beberapa kali kepergok lagi jalan sama cowok” sahut Adit
“owala rempong itu urusane dho, udah mantepke atimu
dulu pilih yg mana, jangan sampe ada yang tersakiti ya….”
“oke deh, makasih coach nasehate”
Setelah
mendengar semua cerita dari Adit, coach Agus bermaksud untuk mencomblangkan
mereka berdua Adit dan Novi. Dimaksudkan kalo mereka jadian kekuatan basket SMA
Negeri 4 Surakarta akan semakin kuat. Adit dan Novi sama – sama memegang posisi
shooter dimasing – masing team basket mereka. Karena secara tidak langsung kalo
mereka jadian, mereka akan lebih rajin latihan basket, dapat saling mengajari ,
saling berbagi pengalaman, yang pada akhirnya nanti mereka dapat menjadi
seorang shooter yang handal yang dapat memeperkuat teamnya masing – masing.
Keesokan
harinya, jadwal mereka latihan basket. Coach Agus sengaja memberikan tantangan
kepada mereka berdua, Adit dan Novi untuk lebih mendekatkan mereka.
Tantanganyya adalah masukkin bola ke ring basket atau yang biasa disebut dengan
freethrow 10 x, dan pemenangnya adalah yang dapat masukkin bola sebnyak –
banyaknya dalam kesempatan 10 x tersebut. Dan barang siapa yang kalah wajib dan
harus nraktir ataub sekedar ngajak jalan pemenangnya. Akhirnya mereka berdua
setuju dengan tantangan coach Agus. Adit dan Novi saling unjuk kebolehan,
mereka saling menunjukkan kelebihannyaa yang diperoleh selama dilatih oleh
coach Agus. Hal inilah yang disukai oleh coach Agus. Dengan begini secara tidak
langsung mereka akan dekat dan motivasi mereka akan asyiknya basket akan
semakin tinggi. Dan pada akhirnya tantangan dimenangkan oleh Novi, dengan skor
8 vs 7. Sesuai perjanjiannya maka Adit ahurs nraktir atau ngajak jalan Novi.
“Nov, gilaaak jago banget kamu, hadeeh” puji Adit
kepada Novi
“hahaha kakak bisa aja, biasa aja kali kak, coach Agus
yang ngajari” sahut Novi
“hehehe sesuai perjanjian yang tadi, aku kan yang
kalah, aku mau ngajak kamu keluar, bisa nggak?” tanya Adit kepada Novi
“eh, iya ya, kamu yang kalah kok, ya ayolah ikut aja
kak” balas Novi
“malem minggu bisa nov? Sekalian malming gitu”
“ah kakak ada-ada aja, oke – oke deh kalo gitu”
“aku jemput kamu ya nov. Eh minta nomer hapemu dong
biar gampang”
“oh iya kak, di catat ya …..085339545xxx”
“terima kasih adek”
“oh iya kak sama - sama yaaa…”
Malam dimana
mereka janjian untuk jalan tiba. Adit menjemput Novi kerumahnya. Malam itu Novi
tampil beda dari yang biasanya, Novi yang terkenal cuek, tomboi itu seketika
berubah 360° menjadi cewek yang imut, cantik dan feminim.
“nov, cantik banget kamu makin ini” gombal Adit kepada
Novi
“alah kak udah deh, ndak usah ngegombal”
“beneran kok nov, kamu malam ini tampil beda dari yang
biasanya, lebih cantik, feminim lagi”
“haduh haduh haduh masih diterusin lagi ngegombalnya,
ayolah buruan pergi, keburu malem kak, hehehe”
“iya adek, emang amu kemana ini?”
“lhoh malah nanya, hadeeeeh.. kemakam aja kali ya”
“eh ni orang bercanda mulu kerjaannya , yauda ayo kita
makan, kamu belum makan kan?” tanya Adit
“hehehe tau aja kak”
Malam begitu
indah,malam minggu dihiasi bulan sabit dengan dikelilingi oleh bintang –
bintang yang bertaburan, berkelap – kelip dilangit. Didukung pula dengan
suasana malam minggu yang banyak dimanfaatkan oelh para remaja untuk
menghabiskan malam minggu bersama sang kekasih hati.
Mereka akhirnya
memutuskan untuk makan dirumah makan Mbok Bibit. Disela – sela mereka menikamti
makanan yang dipesan, Adit mengungkapkan perasaannya kepada Novi.
“nov, gimana makannya? Enak ndak?”
“eh iya kak mantep banget, sering – sering kaya gini
ya kak”
“hehehe iya dek”
“beneran lho kak, neg gak gara – gara coach Agus
mungkin malam ndak dapat makanan gratis aku, hehehe”
“hadeh iya iya, eh dek ada yang mau tak omongin sama
kamu”
“apa kak? Ada apa?”
“tapi jangan marah ya….”
“iya iya, apaan si? Bikin penasaran aja”
“hehehe, dek aku mau jujur, sebenere aku suka sama
kamu novi, sayang sama novi”
Novi hanya
terdiam, ternyata orang yang disukainya juga memiliki perasaan yang sama dengan
dia
“kok diem nov? Kenapa? Gak boleh?”
“bukannya gitu kak, kakak kn cowok populer disekolah
bisa suka sama aku, cewek kemarin sore, yang lagi aja lulus smp”
“cinta nggak ngenal begituan dek, cinta itu dari hati,
hrus bisa nerima apa adanya, bukan karena ada apanya”
“hehehe kata – kata yang bijak kak”
‘hadoh terima kasih nov, teros ini gimana? Jujur ya
dek, statusku ini memang amsih puny pacar, tapi aku udah beberapa hari ini ndk
da kontak ma dy, aku mergoki dia kemaren jalan sama cowok lain, aku ndak mau
mutus dia, aku maune dia yang mutus aku, aku ndak mau nyakiti cewek dek”
“heeeh kak, urusanmu ya dirampongke dulu, aku ndak mau
jadi penyebab putusnya kakak sama pacar kakak”
“iya dek, aku juga gak mau digantung kaya gini mulu,
capeg dek”
“hehehe iya kak”
“lha terus, kamu juga punya perasaan ke aku ndak dek?”
“hmmm kasih tau ndak ya?”
“hele ini orang bercanda mulu, kasih tau dong, kasih
tau, haha”
“idiiih maksa”
“adek serius dong, please”
“hehe, iya kak, aku juga punya perasaan yang sama kaya
kakak, dri pertama kali ketemu kakak dilapangan basket, tiap hari ketemu kakak
disekolah, tapi…..”
“tapi apa dek?”
“aku juga udah punya pacar kak…”
“udah punya pacar juga ya dek? Yah”
“maaf ya kak”
“iya gakpapa kok, neg kamu seneng aku juga ikut seneng
kok dek”
Disela – sela
perbincangan mereka dirumah makan Mbok Bibit, tiba – tiba nampak pacar Adit dan
pacar Novi yang bernama Aji yang sedang bergandengan tangan masuk dari pintu
rumah makan, yang juga akan makan malam dirumah makan tersebut. Adit dan Novi
yang mengetahui hal itu kaget dan hanya diam. Tak lama kemudian Novi meneteskan
air mata, dan Adit dengan emosi mendatangi Aji dan Dian. Terjadi pertengkaran
hebat diantaranya. Novi hanya diam duduk tak berdaya dikursi meja makannya. Aji
yang melihat hal itu langsung mendatangi Novi, dan berusha meminta maaf. Tapi
apa yang terjadi, belum sempat ada kata yang keluar dari mulut Aji, Novi
menampar Aji, dan mengucapkan kata putus kepada Aji tanpa mendengar terlebih
dahulu penjelasan Aji, dan langsung pergi meninggalkannya. Hal yang sama
dilakukan Adit terhadap Dian, mau tidak mau Adit harus memutus Dian, walaupun
dia pada akhirnya menyakiti hati Dian. Tapi apa boleh buat, semua itu harus
dilakukan karena sifat Dian yang sudah kelewatan.
Kemudian Adit
menyusul Novi, berusaha menghibur Novi, dan menenangkannya. So pasti ngambil
kekosongan tempat di hati Novi diisinya.
“nov, kamu gakpapa kan?”
“iya kak, gakpapa,”
“ohh iya dek,
ayo tag anter pulang dulu”
Adit pun mengantar novi pulang, perasaan Adit campur
aduk emosi, kecewa, marah, kesal campur jadi satu, sama halnya seperti perasaan
Novi.
Hari kamis
datang lagi, ajdwal mereka untuk latihan basket, Novi terlihat senang hari itu
tidak seperti biasanya. Ada apakah gerangan?
“woe, seneng banget kayaknya nov?” tanya Adit
“eh iya kak, berkat malming kemaren aku jadi tau sifat
busuknya Aji”
“oh ya dek, syukur deh jangan sedih lagi yaa…”
“oke kak, makasih baut semuanya ya”
“iya adek sama-sama, eh udah ada coach Agus, ayo kita
latihan”
“siap kak”
05.00 jam
latihan basket mereka usai, lgi dan lagi Adit menyatakan perasaannya kepada
Novi. Kali ini Adit menyatakan dilapangan basket, dengan disaksikan anak – anak
basket, pelatih basket, dan bapak penjaga sekolah.
“nov, apapun yang terjadi aku tetep sayang sama kamu nov,
cintaku udah mentog dikamu”
“haha kakak lebay ah”
“macak sih? Haha”
“bercanda mulu ah ! dek mau ndak kamu jadi cewekku?”
“ayo nov diterima saja, cinta mati itu Adit” sahut
coach Agus
“hahahah”Novi ketawa
“haduuuh ayolah, jangan bercanda mulu nov, aku serius
sama kamu, aku sayang sama kamu”suara Adit menyakitkan
“iya kak Adit, aku juga sayang kakak, aku mau jadi
pacarnya kakak mau bangeet, hahaha”
“serius?” tanya Adit
“iya kak Adit sayang”
“uye iyes aye aye” wujud kegirangan Adit
Akhirnya cinta Adit diterima Novi juga, tak hanya
mereka berdua yang senang dan bahagia, kebahagiaan juga muncul dari coach Agus
dan anak basket lainnya. Cinta mereka akhirnya bisa dipersatukan melalui basket
we love basket.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar